Monday, June 06, 2011

Belajar Elaktronika: robot Geminoid DK Terbaru Merupakan Robot Android Yang Sangat Realistis

robot Geminoid DK Terbaru Merupakan Robot Android Yang Sangat Realistis
6 Jun 2011, 6:36 am

Pernahkah Anda bayangkan kalau suatu hari kelak manusia akan memiliki kembaran (klon) yang identik dalam sosok sebuah robot? Ya sulit dibayangkan memang, dan boleh jadi ini mungkin hanya semacam rekayasa ataupun akal-akalan seseorang saja untuk mengelabui banyak orang. Ya sah-sah saja orang beranggapan demikian, namun siapa sangka, dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi robot seperti

Tiga Titik Kawah Sibendu Dieng Diwaspadai

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mewaspadai tiga titik di Kawah Sibendu, Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, karena terletak sekitar enam kilometer dari Kawah Timbang, Kabupaten Banjarnegara.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Perlindungan, Politik, dan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Batang Agung Wisnu Barata di Batang, Senin, mengatakan bahwa saat ini tiga titik di Kawah Sibendu terus mengeluarkan asap yang dikhawatirkan mengandung gas CO2 seperti yang terjadi di Kawah Timbang.

"Kendati Kawah Timbang dinyatakan berisiko tinggi dengan jarak sekitar satu kilometer tetapi warga Dukuh Rejosari mengkhawatirkan aktivitas di tiga titik Kawah Sibendu," katanya.

Menurut dia, saat ini kondisi lingkungan di Desa Pranten masih normal dan belum ada pengaruh meluasnya gas beracun yang ditimbulkan oleh Kawah Timbang di Kabupaten Banjarnegera.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Gas beracun keluar dari Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (4/6/2011). Kawasan di sekeliling Kawah Timbang masih dinyatakan berbahaya akibat terus meningkatnya hembusan gas karbon monoksida dan karbon dioksida yang dapat mengakibatkan kematian.

"Saat ini kondisi di lingkungan Desa Pranten masih normal. Hanya saja warga setempat mengkhawatirkan kemungkinan sumber mata air yang mengandung gas beracun," katanya.

"Selain itu, kami telah meminta kepala desa untuk menginformasikan pada masyarakat agar tetap bersikap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak jelas dan membuka posko," katanya.

"Namun, permintaan dari warga itu belum bisa kami realisasikan karena akan dikoordinasikan dengan instansi terkait lainnya," katanya.

Sunday, June 05, 2011

Warga Sumberrejo Dieng Masih Memadati Pos Pengungsian

Metro Pagi / Nusantara / Senin, 6 Juni 2011 04:34 WIB

Metrotvnews.com, Banjarnegara: Sekitar 1000 warga Desa Sumberrejo, Kabupaten Banjarnegara masih memadati pos-pos pengungsian, Ahad (5/6) malam.

Dari data pos pengungsi Kecamatan Batur, lebih dari seribu warga dari Dusun Simbar, Dusun Serang, dan Dusun Sumber masih menempati pos pengungsi di Balai Desa Batur. Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan relawan mensuplai kebutuhan makanan para pengungsi.

Sementara sebagian warga memilih untuk tinggal di rumah sanak saudara yang berada di zona aman dari gas beracun. Sebagian besar warga mengaku resah dengan kondisi tanaman mereka sehingga setiap pagi hari harus kembali ke ladang.

Pihak badan geologi merekomendasikan warga untuk tidak berada di zona berbahaya yaitu 1 kilometer dari kawah, hingga status diturunkan menjadi waspada.(DNI)


sumber : Metro News

Kawah Timbang Dataran Tinggi Dieng Masih Berbahaya

TEMPO Interaktif, Dieng - Setelah status Kawah Timbang dinaikkan dari waspada menjadi siaga, kawah itu hingga kini masih berbahaya untuk didekati hingga radius 1 kilometer. "Gas karbon dioksida yang keluar dari kawah itu semakin tidak menentu atau fluktuatif," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Tunut Pujiharjo, kemarin.

 

Asap mengandung gas karbondioksida (CO2) menyelimuti permukaan kawah Timbang di dataran tinggi Dieng, Dusun Simbar, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah (31/5).

Menurut Tunut, meski fluktuatif, gas yang dikeluarkan masih dalam taraf berbahaya. Kemarin konsentrasi gas yang keluar tercatat 1,54 persen volume, atau naik dari Sabtu lalu yang tercatat mencapai 1,18 persen volume. Batas aman konsentrasi gas dalam udara mencapai 0,5 persen volume.



 



Gempa yang terjadi pada Sabtu lalu tercatat paling banyak sejak status Timbang dinaikkan menjadi siaga. "Tercatat ada 18 gempa, paling banyak selama status siaga. Namun, hari ini tercatat menurun," ujar Tunut.



 



Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, mengatakan meski ada kecenderungan aktivitas gempa menurun, ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada. "Kondisinya tidak bisa ditebak. Ada kemungkinan Timbang masih menghimpun energi. Masyarakat harus tetap waspada," katanya.



 



Menurut Surono, pihaknya belum bisa menurunkan status kawah dari siaga menjadi waspada. Penurunan status baru bisa dilakukan jika aktivitas kegempaan dan konsentrasi gas sudah dipastikan aman bagi manusia. Gas yang keluar masih meluncur ke arah selatan mengikuti lembah yang dikenal sebagai Kali Sat. "Saya berharap gas tidak semakin melebar karena bisa menembus jalur utama Batur-Wonosobo yang dilalui banyak orang," ucap Surono.



 



Sementara itu, Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Kawah Timbang, Umar Rosadi, mengatakan pihaknya sudah memasang empat alat seismograf baru untuk memperkuat data kegempaan. "Kini ada lima seismograf untuk memantau kegempaan di sekitar Kawah Timbang," ujarnya.



 



Meski aktivitas Kawah Timbang di Dataran Tinggi Dieng masih siaga, ada penyusutan jumlah pengungsi di beberapa tempat pengungsian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah mendata, jumlah pengungsi akibat gas beracun Kawah Timbang hingga kemarin siang sebanyak 902 jiwa. Padahal, pada Sabtu lalu, jumlah pengungsi mencapai 1.092 jiwa.



 



Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, mengatakan pengungsi itu berasal dari beberapa desa di empat kecamatan yang ada di Banjarnegara yang wilayahnya dekat dengan Kawah Timbang, yakni Batur, Wanayasa, Pejawaran, dan Karangkobar.



 



Dari hasil identifikasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Jawa Tengah, jumlah pengungsi berkurang karena ada pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing. "Mereka yakin Kawah Timbang dianggap sudah tidak berbahaya," kata Sarwa.
Menurut Sarwa, hingga kini kebutuhan konsumsi para pengungsi masih mencukupi.



 



Kebutuhan konsumsi untuk pengungsi Dieng dianggarkan Rp 4.500 untuk sekali makan per orang. Jika tiap hari makan tiga kali, Rp 4.500 dikalikan tiga, yakni Rp 13.500 per hari per orang. "Jika jumlah pengungsinya 902 jiwa, dibutuhkan dana Rp 12.177.000 per hari," katanya.


sumber Tempo

Baru Saja Terjadi Gempa, Gempa Terasa Kuat di Banjarnegara - KOMPAS.com

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Gempa tektonik berkekuatan 3,7 skala richter (SR) mengguncang sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu pukul 21.02.08 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ahmad Lani, mengatakan, gempa tersebut berlokasi di 7,60 derajat lintang selatan dan 109,67 derajat bujur timur.

"Lokasi gempa berada di wilayah Bantarkawung atau sekitar delapan kilometer sebelah utara Kebumen dengan kedalaman 10 kilometer. Ini gempa lokal dan dapat dirasakan hingga III MMI (Mercalli Modify Intensity) di Banjarnegara," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, warga di sekitar Stasiun Geofisika Banjarnegara tampak keluar rumah akibat merasakan gempa tersebut. Mengenai kemungkinan penyebab terjadinya gempa, dia mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil analisis dari BMKG pusat.

"Kami masih menunggu hasil analisis dari pusat, apakah ada sesar yang aktif karena di wilayah Bantarkawung banyak terdapat sesar," katanya.

Sejumlah warga Kota Banjarnegara mengaku dikejutkan oleh guncangan gempa tersebut. "Guncangannya sangat kencang. Saya kira akibat adanya peningkatan aktivitas di Gunung Dieng. Tidak ada apa-apa kan di Dieng," kata Bayu melalui telepon seluler.

Warga lainnya, Dian juga mengaku merasakan guncangan gempa tersebut. "Di Banjarnegara terasa gede banget mas. Ga ada kejadian apa-apa to?" kata dia melalui pesan singkat

Sumber : kompas.com